Monday, September 04, 2006

Writer's Blog

A lot of words has been swimming in my head these couple of days. But none distinct enough -- none clear enough -- or significant, if you prefer, that makes me want to write it out, or talk about it.

As such, I find myself in the state I'm in. Alright, tell you what. I'm gonna switch to Malay and see where it takes me.

Ok, sekarang saya akan menaip dalam Bahasa Melayu. Memandangkan kepala otak saya -- dalam bahasa yang lebih sopan, minda saya -- masih kekeringan idea, saya berharap agar saya akan menemui idea untuk memblog secepat mungkin sebelum saya menghabiskan ayat yang amat panjang ini. Ok, sekarang saya masih belum dapat mencari idea. Habis satu perenggan -- kita ke perenggan yang seterusnya...

(Translation: Ok, now I will type in Malay. Since the "brain in my head" -- or rather, my mind -- is still dry of ideas, I wish that I would find one as soon as possible before I finish this very long sentence. Ok now I'm still out of ideas. That's one paragraph -- on to the next one...)

Jika saudara/saudari prihatin, saya telah menggunakan perkataan "memblog" dalam perenggan sebelum ini bagi menyatakan maksud perbuatan menaipkan pos baru dalam laman web yang dipanggil "blog". Perkataan ini jangan dikelirukan dengan perkataan "membelok" yang bermaksud mengubah arah. Tidak. Sebenarnya tujuan saya memblog ini bukan untuk menukar cara pemikiran anda ataupun untuk mempengaruhi pilihan ideologi anda.

(Translation: The observant reader would notice that I used the word "memblog" in the previous paragraph to signify "blogging". This word is not to be confused with "membelok", which means to change direction. No, this blog is not to change your mindset nor your ideological preferences.)

Sebenarnya saya menyukai bahasa Melayu kerana ia merupakan suatu bahasa yang amat sopan, terutamanya dalam bahasa literatur (kesusasteraan). Memang telah menjadi kebiasaan dalam bahasa ini untuk menegur para pembaca menggunakan gelaran "saudara" atau "saudari".

Malangnya, penguasaan bahasa saya telah merosot sedikit disebabkan kekurangan menggunakannya dalam pertuturan dan lisan seharian. Oleh itu, izinkan saya berhenti sebelum otak saya mencapai suhu yang terlalu tinggi, suatu keadaan yang dipanggil "overheat", atau keadaan suhu lampau.

(Translation: Actually I like the Malay language because of its courteousness, especially in literature usage. It is a norm to address the reader as a "brother" or "sister".

Unfortunately, my proficiency in the language has somewhat deteoriated due to lack of use in daily speech and writing. As such, allow me to stop before my mind reaches too high a temperature, a condition called "overheating".)

Begitulah caranya saya mewujudkan suatu pos baru dengan menaip tanpa sebarang idea. Akhir kata, jika saudara ingin bermain permainan dalam talian selepas membaca blog ini, saudara harus mencucukkan kayu ria ke dalam lubang pelayan...

(Translation: This is the way to generate a new entry without a single idea. To conclude, if you'd like to play online games after reading this blog, you should plug in your joystick into the server's port...)

1 comment:

Melyong said...

dude! you trying to compete ur bahasa with me isit? HARR? HARR? HARR? lu mau lawan sama saya ka? ahahha... aiyo.. really blogger's block meh?